Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Pusat Rehabilitasi Narkoba, Tegaskan Perang Bersama Melawan Narkotika

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Presiden Prabowo Subianto didamping Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam acara pemusnahan barang bukti narkotika seberat 214,84 ton senilai sekitar Rp 29,37 triliun di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan.

Foto. Presiden Prabowo Subianto didamping Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam acara pemusnahan barang bukti narkotika seberat 214,84 ton senilai sekitar Rp 29,37 triliun di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan.

aceh.tagarutama.com, Jakarta – Pemerintah berkomitmen memperluas layanan rehabilitasi bagi pengguna narkoba di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa daerah yang belum memiliki fasilitas pemulihan akan segera memperoleh dukungan berupa pembangunan pusat rehabilitasi baru.

“Kita harus menambah pusat rehabilitasi. Masih ada wilayah yang belum memiliki fasilitas ini dan perlu segera dipenuhi,” ujar Presiden Prabowo saat berbicara kepada awak media usai agenda pemusnahan barang bukti narkoba di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Presiden menegaskan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tugas penegak hukum, tetapi perjuangan seluruh elemen bangsa.
“Perang terhadap narkoba menjadi tanggung jawab bersama. Orang tua, guru, tokoh masyarakat, RT, kepala desa, semua wajib ikut menjaga lingkungan agar tidak disusupi peredaran narkoba,” tegasnya.

Baca Juga :  Letjen Kunto Arief Wibowo Dicopot Lalu Dikembalikan: Mutasi TNI Jadi Sorotan

Prabowo menambahkan, kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memutus jaringan pengedar.

“Begitu muncul indikasi, ada yang mencoba menjual atau mengedarkan, laporkan segera. Jangan biarkan masa depan anak-anak kita hancur karena barang berbahaya ini,” ucap Presiden mengingatkan.

Ia juga menekankan bahwa Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak bisa bekerja sendiri. Upaya memerangi narkotika harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan.
“Tidak mungkin hanya satu atau dua lembaga saja. Kita sebagai seluruh bangsa wajib bergerak bersama,” ujar Prabowo.

Baca Juga : KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Publik Diminta Beri Informasi

Presiden mengungkapkan dirinya telah meminta Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk menginformasikan setiap kali ada penggerebekan pabrik narkoba, karena ia ingin terlibat langsung dalam penindakan sebagai bentuk dukungan penuh kepada aparat.

Baca Juga :  Ujian Demokrasi menuju 2024, Proporsional Tertutup adalah kumunduran Demokrasi yang harus dihentikan

“Saya sampaikan kepada Kapolri, bila ada temuan pabrik narkoba, saya ingin hadir. Itu simbol komitmen kita melawan narkoba,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo turut menyaksikan pemusnahan narkotika dengan total berat 214,84 ton yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp29 triliun. Mesin penghancur khusus digunakan untuk memusnahkan sejumlah paket barang bukti secara simbolis, disaksikan Kapolri dan jajaran terkait.

Sepanjang periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, pihak kepolisian telah mengungkap 49.306 kasus narkoba dan mengamankan 65.572 pelaku. Selain penegakan hukum, Polri juga menyelenggarakan 1.898 program rehabilitasi berbasis restorative justice bagi para penyalahguna narkotika. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel aceh.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Aceh Lakukan Pengendalian Nyamuk di Pengungsian Banjir Aceh Utara
Presiden Prabowo Pastikan Layanan Cek Kesehatan Gratis bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Irjen Pol Johnny Edison Isir Jabat Kadiv Humas Polri, Kombes Pol Ignatius : Benar Ada Rotasi
Diduga Utusan Perusahaan Sawit, Pria ini Diusir Warga Moi
Billy Mambrasar : Kakao dan Kopi Dinilai Lebih Prospektif Jadi Andalan Ekspor Hijau Papua
Pusaka Kecam Penerbitan HGU Ratusan Ribu Hektare di Papua Selatan
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca, Sejumlah Wilayah Indonesia Berstatus Waspada hingga Siaga
Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 21:15 WIT

Dinkes Aceh Lakukan Pengendalian Nyamuk di Pengungsian Banjir Aceh Utara

Minggu, 25 Januari 2026 - 19:09 WIT

Irjen Pol Johnny Edison Isir Jabat Kadiv Humas Polri, Kombes Pol Ignatius : Benar Ada Rotasi

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:28 WIT

Diduga Utusan Perusahaan Sawit, Pria ini Diusir Warga Moi

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:54 WIT

Billy Mambrasar : Kakao dan Kopi Dinilai Lebih Prospektif Jadi Andalan Ekspor Hijau Papua

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:21 WIT

Pusaka Kecam Penerbitan HGU Ratusan Ribu Hektare di Papua Selatan

Berita Terbaru

Sosial

CH Busana, Menjahit Harapan Sejak 2010

Selasa, 27 Jan 2026 - 20:30 WIT