aceh.tagarutama.com, Kaimana – Kelangkaan bahan pangan di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, tidak hanya terjadi pada telur ayam, tetapi juga pada ayam beku atau ayam es. Sejak Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026, masyarakat mengaku kesulitan memperoleh kedua komoditas tersebut di pasar maupun kios penjualan. Dilansir dari RRI.co.id (201/01)
Kondisi ini menjadi perhatian serius masyarakat, terlebih menjelang bulan suci Ramadan 2026 yang tinggal menghitung hari. Telur dan ayam merupakan kebutuhan pangan pokok yang banyak dikonsumsi warga, khususnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama bulan puasa.
Pantauan di sejumlah pasar di Kaimana menunjukkan stok ayam beku dan telur ayam tidak tersedia dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah kios yang biasanya menjual kedua komoditas tersebut tampak kosong tanpa pasokan.
Salah satu warga Kaimana, Katarina Sasi, mengungkapkan bahwa kelangkaan ini telah berlangsung cukup lama dan sangat dirasakan masyarakat. Ia menyebut sejak Desember lalu hingga kini warga kesulitan mendapatkan ayam es maupun telur di pasaran.
Ia berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan tersebut, sehingga pasokan bahan pangan kembali normal dan harga tetap terjangkau menjelang Ramadan.
Sementara itu, sejumlah pedagang mengaku belum menerima pasokan ayam dan telur dari distributor dalam beberapa waktu terakhir. Selain mengganggu ketersediaan bahan pangan, kondisi ini juga dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga komoditas lainnya di Kabupaten Kaimana menjelang bulan suci. (TU-07)









