aceh.tagarutama.com, Ilaga – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa anak-anak Orang Asli Papua (OAP) Tengah, termasuk yang masih mengenakan koteka, tidak bisa dipandang sebagai kelompok yang tertinggal. Pandangan tersebut justru dinilainya sebagai bentuk pelecehan terhadap identitas dan martabat orang Papua yang masih memegang teguh nilai budaya leluhur.
Menurut Meki, simbol-simbol adat seperti koteka, kalung tradisional, hingga bulu kasuari merupakan kekayaan budaya yang patut dibanggakan, bukan alasan untuk mendiskreditkan masyarakat Papua.
“Budaya itu jati diri. Orang Papua masih menjaga identitasnya dengan kuat, dan itu adalah sesuatu yang luar biasa. Jangan sampai kita sendiri merasa rendah hanya karena berbeda,” ujar Gubernur Meki Nawipa saat menyerahkan bantuan laptop kepada siswa SMA di Kabupaten Puncak, Sabtu (24/1/2026).
Ia menambahkan, di tengah derasnya modernisasi, banyak daerah lain justru kehilangan akar budaya mereka. Sementara Papua masih memiliki kekuatan budaya yang perlu terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur juga menunaikan janjinya dengan memberikan laptop kepada para peserta sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan semata perangkat teknologi, melainkan simbol kepercayaan pemerintah kepada masa depan anak-anak Papua Tengah.
“Laptop ini adalah pintu pengetahuan. Pemerintah mungkin tidak bisa memberi segalanya, tapi kami percaya kalian adalah calon pemimpin masa depan Papua Tengah,” katanya.
Lebih jauh, Meki Nawipa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memperjuangkan 2.714 beasiswa pada tahun ini, termasuk yang bersumber dari program nasional seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP). Selain itu, pemerintah provinsi juga menargetkan penyediaan 100 beasiswa pendidikan dokter bagi anak asli Papua Tengah dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Ia menekankan bahwa kesempatan pendidikan terbuka bagi seluruh anak Papua tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial.
“Anak petani, anak kampung, bahkan anak yatim pun punya hak yang sama untuk sekolah dan kuliah setinggi-tingginya. Pemerintah hadir untuk itu,” tegasnya.
Gubernur juga mengapresiasi pemerintah kabupaten yang telah lebih dulu menyalurkan bantuan pendidikan bagi ratusan anak Papua Tengah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia Papua yang berkualitas.
Selain sektor pendidikan, Meki Nawipa turut menyinggung kondisi keamanan di wilayah Ilaga dan sekitarnya yang dinilai semakin kondusif. Ia menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat atas upaya menjaga stabilitas keamanan.
“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Kalau situasi aman, kita bisa fokus menata masa depan dan meninggalkan konflik,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga akan membangun asrama pendidikan representatif di Ilaga guna mendukung pembinaan generasi muda Papua.
Menutup sambutannya, Gubernur kembali menekankan pentingnya pendidikan dan integritas sebagai bekal kepemimpinan di masa depan.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, siapkan diri sebaik mungkin, lalu kembali membangun daerah ini. Hal-hal yang kurang baik kita perbaiki bersama,” pungkasnya. (*)









