CH Busana, Menjahit Harapan Sejak 2010

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

aceh.tagarutama.com, Jakarta – Di tengah gempuran pakaian jadi dan konveksi skala besar, usaha tailoring CH Busana tetap bertahan sebagai bagian dari denyut ekonomi kreatif daerah. Berdiri sejak tahun 2010, usaha CH Busana atau akronim dari Caudi dan Neni, tumbuh dari sebuah hobi menjahit yang kemudian berkembang menjadi sumber penghidupan dan lapangan kerja.

Salah satu pemilik, Neni menceritakan, bahwa ia memulai usahanya dengan keterampilan menjahit yang dipelajari secara otodidak. Tanpa latar pendidikan formal, konsistensi dan ketekunan menjadi modal utama dalam menjaga kualitas hingga usaha ini dapat bertahan lebih dari satu dekade.

“Sejak awal sampai sekarang, saya sangat puas dengan hasil yang saya tekuni,” ujar Neni saat di wawancarai media ini pada, Selasa (27/01) di Ujung kerawang, jakarta Timur.

 

Dalam aktivitas produksinya, CH Busana melayani beragam kebutuhan pakaian, mulai dari kemeja, kaos, seragam almamater, celana, rok hingga jas.

Setiap pesanan dikerjakan melalui proses pengukuran langsung serta penggunaan sampel sebagai acuan, guna memastikan hasil sesuai dengan keinginan pelanggan. Usaha ini juga terbuka terhadap desain khusus, menyesuaikan kebutuhan konsumen.

Baca Juga :  Kultum Jumat SMA Negeri 2 Fakfak: Sinergi Relawan Rumah Zakat dan Sekolah Bangun Karakter Peduli Sosial

“Semua melalui proses pengukuran dan kadang melalui sample,” tuturnya

Sememnata, untuk jenis kain yang digunakan yaitu seperti drill dan katun. Menurut Neni 2 jenis kain ini paling banyak digunakan karena mudah dikerjakan dan diminati pasar.

Dari sisi permintaan, pesanan biasanya meningkat pada musim sekolah dan hari raya, yang menunjukkan keterkaitan erat antara usaha tailoring dengan siklus ekonomi masyarakat.

Dalam menjaga keberlangsungan usaha, Neni menekankan prinsip kualitas, kerapian, kejujuran, dan amanah. Pendekatan ini membuat sejumlah pelanggan bertahan menjadi pelanggan tetap selama bertahun-tahun.

Namun, perjalanan usaha ini juga dihadapkan pada berbagai tantangan.Misalnya, negosiasi harga dengan pelanggan serta kenaikan harga bahan baku menjadi persoalan yang kerap muncul.

Meski demikian, Neni tetap percaya diri dan fokus menjaga mutu produk di tengah persaingan dengan industri pakaian jadi.

“kami tetap percaya diri dan fokus menjaga mutu produk, kami,” ungkapnya.

Baca Juga :  PKS Fakfak Gelar Bakti Sosial Pembagian Sembako dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Semantara itu, dalam meningkatkan permintaan, upaya promosi dilakukan secara sederhana melalui brosur dan media online, yang kini mulai memberi dampak positif terhadap peningkatan pesanan. Meski sistem pemesanan masih didominasi dari mulut ke mulut, Neni mengatakan CH Busana terbuka untuk beradaptasi dengan perkembangan digital ke depan.

Usaha yang sudah berjalan dari tahun 2010 ini, Tak hanya berkontribusi pada ekonomi keluarga, CH Busana juga memiliki peran sosial dengan memberdayakan tenaga kerja dan melatih penjahit pemula. Hal ini menjadikan usaha tailoring ini sebagai bagian dari ekosistem UMKM yang turut menggerakkan ekonomi.

Neni berharap, CH Busana dapat terus berjalan lancar, memiliki pelanggan yang semakin luas, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan pesan bagi generasi muda agar tidak ragu menekuni keterampilan menjahit sebagai bagian dari ekonomi kreatif.

“Keterampilan menjahit bisa dijalani hingga tua dan bermanfaat bagi banyak orang,” Pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel aceh.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKS Fakfak Gelar Bakti Sosial Pembagian Sembako dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Kampus Relawan Rumah Zakat Fakfak: Bekali Relawan Keterampilan Pertolongan Pertama Korban Bencana
Gabungan Organisasi di Fakfak Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Banjir Aceh dan Sumatera
Siswa SIT As Salaam Fakfak Gelar Doa Bersama dan Penggalangan Dana untuk Korban Banjir Aceh dan Sumatera
Universitas Muhammadiyah Papua Barat Gelar Wisuda ke-XII, Kukuhkan 90 Sarjana
Relawan Rumah Zakat Fakfak Gelar Volunteer Goes to School di MTs Muhammadiyah, Edukasi Pertolongan Pertama hingga Donasi untuk Palestina
Volunteer Go Green Bersama Rumah Bakau Jayapura: Semangat Sumpah Pemuda dalam Aksi Nyata Peduli Lingkungan
Volunteer Goes to School: Edukasi Simulasi Kebakaran di MTs Negeri Fakfak Bangkitkan Kesadaran Tanggap Darurat

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:30 WIT

CH Busana, Menjahit Harapan Sejak 2010

Senin, 29 Desember 2025 - 11:29 WIT

PKS Fakfak Gelar Bakti Sosial Pembagian Sembako dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:23 WIT

Kampus Relawan Rumah Zakat Fakfak: Bekali Relawan Keterampilan Pertolongan Pertama Korban Bencana

Senin, 8 Desember 2025 - 13:32 WIT

Gabungan Organisasi di Fakfak Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Banjir Aceh dan Sumatera

Jumat, 5 Desember 2025 - 13:20 WIT

Siswa SIT As Salaam Fakfak Gelar Doa Bersama dan Penggalangan Dana untuk Korban Banjir Aceh dan Sumatera

Berita Terbaru

Sosial

CH Busana, Menjahit Harapan Sejak 2010

Selasa, 27 Jan 2026 - 20:30 WIT