BRIN dan Pemkab Fakfak Teliti Jenis Kelamin Pala Tomandin, Dorong Akurasi Penanaman dan Produktivitas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 14:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dinas Perkebunan Fakfak bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus melakukan penelitian lanjutan untuk menentukan jenis kelamin tanaman Pala Tomandin.

Foto. Dinas Perkebunan Fakfak bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus melakukan penelitian lanjutan untuk menentukan jenis kelamin tanaman Pala Tomandin.

aceh.tagarutama.com, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan Fakfak bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus melakukan penelitian lanjutan untuk menentukan jenis kelamin tanaman Pala Tomandin, komoditas unggulan khas Fakfak.

Penelitian yang dipimpin oleh Prof. Dr. Otih Rostiana, M.Sc., Peneliti Ahli Utama BRIN, ini menjadi langkah penting dalam memperkuat dasar ilmiah bagi pengembangan budidaya pala di Fakfak. Tim peneliti turun langsung ke berbagai wilayah untuk mengambil sampel daun, buah, bakal bunga jantan dan betina, serta biji pala tua.

“Tahun ini merupakan kali kedua kami turun ke lapangan untuk melihat perkembangan Pala Musim Barat. Kami mengambil sampel di beberapa titik, meliputi wilayah barat, timur, pegunungan, dan selatan Fakfak,” jelas Prof. Otih Rostiana saat ditemui di sela kegiatan pengambilan sampel.

Menurut Prof. Otih, riset ini sangat penting karena Pala Tomandin termasuk tanaman berumah dua (dioecious), yang artinya pohon jantan dan betina tumbuh terpisah. Hal ini sering menyulitkan petani dalam membedakan jenis kelamin pohon saat masih dalam bentuk bibit.

Baca Juga :  Dukung UMKM Naik Kelas, BI Papua Barat Laksanakan Program Kurasi di Fakfak

Riset Masuki Tahap Validasi Penanda Molekuler

Lebih lanjut, Prof. Otih mengungkapkan bahwa hingga kini belum ditemukan metode akurat untuk menentukan jenis kelamin pohon pala pada stadia benih. Namun, upaya penelitian terus dilakukan dengan pendekatan morfologi, fisiologi, biokimia, hingga anatomi daun.

“Kami kini menggunakan metode molekuler untuk mengidentifikasi jenis kelamin pala. Proses ini melalui empat tahapan utama dan saat ini sudah memasuki tahap validasi penanda molekuler yang akan diuji di Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan (PRHP) BRIN Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga : Bimtek Budidaya Pala Tomandin Fakfak untuk Anak Milenial: Dari Sekolah ke Kebun, Siapkan Pelopor “Pala Unggul Fakfak”

Riset ini diharapkan menghasilkan informasi ilmiah mengenai karakter fenologi pohon jantan dan betina, profil DNA spesifik, serta kandidat marka molekuler yang nantinya bisa dikembangkan menjadi kit pendeteksi jenis kelamin pala. Selain itu, hasil penelitian ini juga akan dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional bereputasi.

Baca Juga :  Keluarga Besar SIT As Salaam Fakfak Salurkan Donasi untuk Korban Kebakaran di Distrik Karas

Pemerintah Daerah Dukung Penuh Upaya Riset

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmro Jati, ST., MT., menyampaikan apresiasi atas kerja sama riset ini. Menurutnya, penelitian ini akan sangat membantu petani dalam menghindari kesalahan saat menanam bibit pala.

“Selama ini petani menanam pala masih berspekulasi, apakah pohon yang tumbuh nanti jantan atau betina. Padahal, untuk mengetahui pohon berbuah butuh waktu cukup lama, bisa mencapai tujuh hingga sembilan tahun,” terang Widhi.

Ia menambahkan, masyarakat selama ini mengandalkan kearifan lokal dalam memperkirakan jenis kelamin pohon pala, seperti dengan melihat bentuk daun, biji, atau batang. Namun, cara tersebut belum terbukti secara ilmiah.

“Dengan adanya riset berbasis metode ilmiah dan teknologi molekuler ini, kita bisa menanam pala dengan akurasi yang lebih tinggi dan hasil yang lebih pasti,” tambahnya. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel aceh.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mega Kapaurtutin Melaju ke Tahap Nasional Young Ambassador Agriculture 2026, Angkat Pala Tomandin Fakfak Ke Panggung Indonesia
Perluasan 50 Hektare Fokus di Werba Raya dan Malakuli, Pemkab Fakfak Perkuat Program Strategis Pala Unggul
SK Bupati Fakfak Nomor 500.8-25 Tahun 2026: Pala Tomandin Ditetapkan sebagai Tanaman Budidaya, Pelestarian, dan Konservasi
Perkuat Identitas Daerah, Fakfak Jadikan Pala Tomandin Materi Edukasi dan Inovasi Siswa
Dari Werba Utara, Semangat Bersama Menjaga Marwah Pala Fakfak: Kepala Kampung Kawal Langsung Edaran Bupati di Sentra Pembelian Pala
Jemput Aspirasi Musrenbang 2026, Dinas Perkebunan Fakfak Verifikasi Langsung Potensi Kampung di Distrik Furwagi
Sidak Pembelian Pala di Kawasan Kayauni-Teluk: Tegakkan Harga, Lindungi Petani Fakfak
Dari Harum Pala Fakfak ke Tanah Suci: Kisah Rezeki dan Keberkahan Ibu Elminur

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:28 WIT

Mega Kapaurtutin Melaju ke Tahap Nasional Young Ambassador Agriculture 2026, Angkat Pala Tomandin Fakfak Ke Panggung Indonesia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:52 WIT

Perluasan 50 Hektare Fokus di Werba Raya dan Malakuli, Pemkab Fakfak Perkuat Program Strategis Pala Unggul

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:21 WIT

SK Bupati Fakfak Nomor 500.8-25 Tahun 2026: Pala Tomandin Ditetapkan sebagai Tanaman Budidaya, Pelestarian, dan Konservasi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:53 WIT

Perkuat Identitas Daerah, Fakfak Jadikan Pala Tomandin Materi Edukasi dan Inovasi Siswa

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:41 WIT

Dari Werba Utara, Semangat Bersama Menjaga Marwah Pala Fakfak: Kepala Kampung Kawal Langsung Edaran Bupati di Sentra Pembelian Pala

Berita Terbaru

Uncategorized

TALKSHOW KESEHATAN WARNAI MILAD KE-95 NASYIATUL AISYIYAH DI MANOKWARI

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:33 WIT