BGSi dan Peta Genetik Indonesia untuk Penyakit Prioritas

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 20:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biomedical Genome Science Initiative (BGSi) merupakan program nasional pertama yang digagas oleh Menkes Budi G. Sadikin (foto : istimewa)

Biomedical Genome Science Initiative (BGSi) merupakan program nasional pertama yang digagas oleh Menkes Budi G. Sadikin (foto : istimewa)

aceh.tagarutama.com, Jakarta – Biomedical Genome Science Initiative (BGSi), sebuah program nasional pertama yang digagas Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin. BGSi dirancang untuk membawa layanan kesehatan Indonesia memasuki era precision medicine, pengobatan yang disesuaikan dengan karakter genetik tiap individu.

Melalui teknologi whole genome sequencing, BGSi mengumpulkan dan menganalisis informasi genetik manusia sekaligus patogen seperti virus dan bakteri. Pendekatan ini memungkinkan tenaga medis memahami risiko penyakit secara lebih akurat, sekaligus menentukan terapi yang paling tepat bagi pasien.

Gedung Eijkman di Jakarta menjadi jantung dari inisiatif ini. Dari pusat tersebut, BGSi kini telah berkembang dengan enam hub perintis yang melibatkan tujuh rumah sakit vertikal di berbagai daerah. Rumah sakit itu antara lain RS Kanker Dharmais, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, RSUP Persahabatan, RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, RSUP Dr. Sardjito, serta RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Baca Juga :  Program "Kartu Fakfak Tersenyum" RSUD Fakfak, dr. Karyani Kastella M. Kes, Sp.Rad : Kami Selalu Mengupayakan Meningkatkan Layanan Kesehatan

Jejaring rumah sakit tersebut menjadi garda depan riset genomik nasional. Mereka mengembangkan kajian terhadap sejumlah penyakit yang selama ini menjadi tantangan besar layanan kesehatan Indonesia. Kanker—mulai dari payudara, paru-paru, kolorektal hingga serviks—menjadi fokus utama. Selain itu, penyakit infeksi seperti tuberkulosis, gangguan otak dan neurodegeneratif seperti stroke, penyakit metabolik diabetes, hingga penyakit langka seperti Duchenne muscular dystrophy (DMD) dan pulmonary arterial hypertension (PAH) turut menjadi perhatian.

Baca Juga :  Inovasi Mahasiswa Polinef Hadirkan Smart Freezing System Berbasis IoT untuk Kendali Mesin Es Nelayan Fakfak

Tak hanya itu, BGSi juga menaruh fokus pada isu penuaan, nutrisi, dan kesehatan, termasuk penyakit kulit seperti psoriasis. Seluruh penelitian tersebut diarahkan untuk membangun basis data genom penduduk Indonesia yang selama ini masih sangat terbatas.

Di balik angka dan teknologi canggih itu, BGSi membawa pesan sederhana namun kuat: setiap orang memiliki peta biologis yang unik. Dengan memahami peta tersebut, Indonesia tengah melangkah menuju layanan kesehatan yang lebih adil, tepat, dan manusiawi—di mana pengobatan tak lagi bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu.

Follow WhatsApp Channel aceh.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Aceh Lakukan Pengendalian Nyamuk di Pengungsian Banjir Aceh Utara
Presiden Prabowo Pastikan Layanan Cek Kesehatan Gratis bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Tim TCK Perkuat Layanan Medis dan Imunisasi di Wilayah Terdampak Banjir Aceh Utara
Dinkes Mimika Perkuat Pencegahan HIV-AIDS Lewat Tes Dini dan Edukasi Masyarakat
Inovasi Mahasiswa Polinef Hadirkan Smart Freezing System Berbasis IoT untuk Kendali Mesin Es Nelayan Fakfak
Melalui Hibah Kosabangsa Dosen UMPB dan UMM Laksanakan Pengabdian Masyarakat dengan Transformasi Energi Kampung
Meta Hadirkan Fitur Baru: Admin Kini Bisa Ubah Grup Facebook dari Privat ke Publik Tanpa Khawatir Privasi Bocor
Waspada! Minuman Berenergi Berlebihan Bisa Picu Stroke, Ini Penjelasan Ahli

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 21:15 WIT

Dinkes Aceh Lakukan Pengendalian Nyamuk di Pengungsian Banjir Aceh Utara

Senin, 26 Januari 2026 - 20:33 WIT

BGSi dan Peta Genetik Indonesia untuk Penyakit Prioritas

Senin, 26 Januari 2026 - 14:02 WIT

Tim TCK Perkuat Layanan Medis dan Imunisasi di Wilayah Terdampak Banjir Aceh Utara

Senin, 19 Januari 2026 - 21:13 WIT

Dinkes Mimika Perkuat Pencegahan HIV-AIDS Lewat Tes Dini dan Edukasi Masyarakat

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:29 WIT

Inovasi Mahasiswa Polinef Hadirkan Smart Freezing System Berbasis IoT untuk Kendali Mesin Es Nelayan Fakfak

Berita Terbaru

Sosial

CH Busana, Menjahit Harapan Sejak 2010

Selasa, 27 Jan 2026 - 20:30 WIT