aceh.tagarutama.com, Aceh utara – Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 3 Puskesmas Lapang dikerahkan untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Kuala Cangkoi, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan pelayanan dilaksanakan pada 20 Januari 2026 sebagai bagian dari masa penugasan tim yang berlangsung pada 18–31 Januari 2026.
Tim TCK terdiri dari dua dokter umum, dua vaksinator lokal, serta satu perawat jiwa. Mereka memberikan pelayanan kesehatan dasar, imunisasi, hingga dukungan psikososial bagi penyintas banjir.
Salah satu relawan TCK, dr. Ainun, menjelaskan bahwa pelayanan dilakukan di dua lokasi, yakni posko pengungsian di kawasan pesisir pantai dan Meunasah Desa Kuala Cangkoi. Di lokasi tersebut, sejumlah warga masih tinggal di tenda bantuan akibat rumah mereka rusak diterjang banjir.
“Pelayanan kami lakukan di dua titik. Pertama di posko pengungsian, kemudian dilanjutkan di meunasah desa,” ujar dr. Ainun.
Dalam pelaksanaannya, tim dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama memberikan edukasi kesehatan dan imunisasi kepada anak-anak, sementara kelompok lainnya melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat, serta penguatan psikososial bagi orang dewasa dan lanjut usia.
Sebelum imunisasi, anak-anak diajak mengikuti kegiatan edukatif seperti bernyanyi, menonton video cara mencuci tangan yang benar, serta simulasi sederhana agar lebih nyaman saat menerima layanan.
Sebanyak 30 anak tercatat menerima imunisasi Measles Rubella (MR), sementara 68 penyintas lainnya mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan.
Anggota Tim TCK Puskesmas Lapang, dr. Andi, mengatakan selain pelayanan medis, tim juga memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat serta penyuluhan pentingnya imunisasi.
“Kami juga memberikan penjelasan untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat terkait kejadian ikutan pasca imunisasi, seperti demam ringan pada anak,” katanya.
Kepala Puskesmas Lapang, Mastuti, mengapresiasi kehadiran Tim TCK yang dinilai sangat membantu penguatan layanan kesehatan, baik di posko pengungsian maupun melalui pelayanan kesehatan keliling di wilayah terdampak bencana.
(TU/JM/Humas kemnkes)









